🏆 Mengapa Kitab Injil Dan Taurat Mengalami Perubahan
KitabInjil merupakan salah satu daripada empat buah kitab Islam. Kitab ini mengandungi wahyu Allah Taala kepada Nabi Isa a.s. Kitab Injil merupakan kesinambungan kitab-kitab Nabi Allah yang terdahulu iaitu Zabur dan Taurat. Kitab Injil kemudian diikuti dengan penurunan kitab suci terakhir iaitu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad s.a.w, sebagai pelengkap kepada semua kitab-kitab suci yang sebelumnya.
Yang membedakan satu waktu dengan yang lainnya adalah peristiwa-peristiwa dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya," tulis KH Jeje dalam bukunya "Seputar Masalah Puasa, Itikaf, Lailatul
Sedangkandalam kitab zabur berisi 150 nyanyian yang langsung disenandungkan oleh nabi dawud as. Kitab zabur merupakan ajaran yang memiliki 5 nyanyian antara lain : 1. Nyanyian kebaktian kepada tuhan. 2. Nyanyian seseorang untuk memuji tuhan dan mengucapkan rasa syukur. 3. Beberapa ratapan jama'ah. 4.
Adasebagian orang yang meragukan keaslian isi Injil. Al-Quran menyatakan bahwa Injil adalah firman Allah dengan jelas. "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat " (Qs 5:46). Apakah ada bukti Injil telah diubah?
RukhsarAsif, Jelajahi Dunia dan Hafiz Alquran. Dalam riwayat itu, Rasulullah SAW seperti dituturkan Abu Musa al-Asy'ari mengatakan, "Sesungguhnya Bani Israil menulis sebuah kitab dan membuang Taurat." Dalam riwayat tersebut, Imam Baihaqi meriwayatkan dalam bab Syuabul Iman dari Abdullah, bahwa ketika Bani Israil mengalami masa yang panjang dan
AtTaubah : 111) Di dalam Taurat dan Injil terdapat janji Allah bahwa orang-orang yang beriman itu akan diberikan surga. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.
Artinya eksistensi Al-Quran berlaku untuk selamanya dan menjadi saksi bahwa kitab sebelumnya, yakni Taurat, Injil, dan Zabur adalah benar datangnya dari Allah dan membawa misi tauhid. Namun, saat ini isi kitab-kitab tersebut banyak mengalami perubahan sehingga ada yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran.
. a. Perubahan taurat Beriman kepada kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa adalah merupakan salah satu rukun keimanan. Allah Taala juga telah memberitahukan bahwa di dalam kitab terdapat cahaya penerangan serta petunjuk yang baik, malah Dia puji pula dengan firman-Nya وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ “Sungguh Kami Allah telah memberikan kitab pemisah antara yang baik dan yang buruk kepada Musa dan Harun dan menjadi cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa”. Al-Anbiya48 Hanya saja kitab Taurat yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa AS kini sudah tidak ada sama sekali yang murni, sebagaimana diketengahkan oleh seluruh alim ulama dan kaum cendekiawan. Adapun kitab Taurat yang beredar sekarang ini sebenarnya merupakan karangan yang ditulis oleh lebih dari seorang penyusun dan ditulis dalam masa yang berlain-lainan. Sudah jelas di dalamnya banyak terdapat perubahan. ’Imam Farid Wajdi berkata, “Salah satu bukti bahwa kitab Taurat sudah berubah dari kemurniannya ialah bahwa Taurat yang beredar di tangan kaum Nasrani berbeda jauh dari Taurat yang beredar di tangan kaum Yahudi.” Alquran sendiri menetapkan adanya perubahan ini dan mengecam umat Yahudi yang memasukkan perubahan pada kitab suci tersebut.’’ Allah Taala menjelaskan hal itu dengan firman-Nya أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ “Apakah kamu semua menaruh harapan yang besar bahwa mereka akan beriman padamu, padahal sebagian dari mereka mendengar firman Allah kemudian mereka mengubahnya sesudah mereka mengerti dan mereka pun mengetahui mana yang sebenarnya?”. Al-Baqarah75 Jadi nyata bahwa kaum durhaka sudah berani mengubah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala. Tujuan pengubahan itu ialah untuk menutupi yang hak dan melalaikan bagian yang terpenting dari apa-apa yang disebutkan oleh Allah Taala dalam kitab Taurat. Maka dari itu Taurat yang kini ada di tangan mereka tidak seluruhnya benar, tetapi hanya sebagian saja. Allah Ta’ala berfirman, مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ “Di antara umat Yahudi ada orang-orang yang mengubah kalimat-kalimat Allah dari yang semestinya”. An-Nisa46 Bukti yang utama atas kecaman Alquran terhadap kita Taurat yang beredar sekarang ini dan yang bukan merupakan wahyu Allah Taala yang diturunkan kepada Nabi Musa yang dijadikan sebagai cahaya dan petunjuk, ialah terdapatnya sifat-sifat Allah dalam Taurat yang sama sekali tidak sesuai dengan kemuliaan serta keagungan-Nya. Dalam bab Kejadian dari kitab Perjanjian Lama pasal 3 awal ayat 22 disebutkan sebagai berikut Maka firman Tuhan Allah, “Bahwa manusia telah menjadi bagaikan seorang kita, sebab diketahuinya akan baik dan jahat.” Terdapat pula dalam bab Kejadian, pasal 6, ayat 6 kata-kata yang berbunyi, “Maka menyesallah Tuhan sebab telah Dia jadikan manusia di atas bumi, maka ia mendukacitakan hatinya.” Coba pikirkan baik-baik! Apakah patut menurut akal pikiran, bahwa dua kalimat di atas benar-benar firman Allah swt.? Patutkah kiranya ada manusia yang derajatnya menyamai derajat Tuhan? Patutkah Tuhan mempunyai sifat menyesal karena merasa salah melakukan sesuatu, kemudian bersedih hati dan berdukacita? Masih banyak lagi kekeliruan-kekeliruan yang terdapat dalam Taurat karena memang sudah diubah dan diganti oleh tangan manusia yang sengaja ingin menyelewengkannya dan sama sekali tidak bertanggung jawab. Bacalah kitab Taurat sekali lagi, di situ banyak uraian yang berkenaan dengan kisah para nabi yang dilanggar dan dinodai, sifat maksum, kemuliaan serta keluhuran budi pekerti mereka semua diingkari. Coba perhatikan isi Taurat itu, kemudian selami uraian-uraian yang terkandung di dalamnya. Di situ terdapat keterangan sebagai berikut a Dikatakan bahwa Nabi Ibrahim AS adalah pendusta besar. b Nabi Luth AS berzina dengan kedua putrinya. c Nabi Harun AS mengajak kaum Israel Yahudi menyembah anak lembu. d Nabi Daud AS berzina dengan istri Auria. e Nabi Sulaiman AS menyembah beberapa berhala untuk menyenangkan hati istrinya. Patutkah semua dilontarkan kepada para nabi? Adakah lagi bukti yang lebih kuat untuk menunjukkan perubahan Taurat yang melebihi dari uraian-uraian sebagaimana yang tercantum di atas itu? Kini bukan umat Islam lagi yang mengoreksi isi kitab Taurat itu, bahkan di kalangan umat Yahudi sendiri sudah muncul beberapa pengeritik yang memberikan kecaman pedas mengenai perubahan kitab Taurat yang tidak sewajarnya. Para ahli kitab suci yang ingin mengadakan pembaharuan dalam agamanya, dengan terpaksa mengakui adanya kenyataan yang pahit ini yakni bahwa kitab Taurat sudah diubah dan banyak yang diganti dari yang sebenarnya. Seorang pemimpin mazhab dari golongan pembaharuan ini yang bernama Hakam Paris Agulian Wyl banyak memberikan pendapatnya dalam kitab yang berjudul Agama Yahudi. b. Perubahan Injil Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS sama halnya dengan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS Keduanya adalah firman Allah SWT yang juga merupakan petunjuk dan cahaya penerangan bagi manusia. Hanya saja Injil pun mengalami nasib yang sama dengan Taurat sudah dihinggapi berbagai perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Allah Taala berfirman وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ “Di antara orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya kita ini orang-orang Nasrani Kristen. Kami mengambil perjanjian dari mereka. Tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Oleh sebab itu Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.’ Nanti Allah akan memberitahukan kepada mereka apa-apa yang telah mereka kerjakan. Hai Ahli Kitab Nasrani dan Yahudi! Sesungguhnya telah datang utusan Kami kepadamu semua untuk menjelaskan kepada kamu semua berbagai masalah dari isi Kitab yang kamu semua sembunyikan dan banyak pula yang dibiarkannya.” Al-Maidah14-15 Rasanya sudah cukup jelas bahwa untuk membuktikan kebenaran tuduhan tentang diubahnya kitab Injil ialah kenyataan yang menunjukkan asal mulanya kitab Injil yang beredar di tangan kaum Nasrani sekarang ini. Asal mulanya jumlah kitab-kitab Injil amat banyak sekali yakni tujuh puluh buah naskah yang dibuat oleh umat Kristen, kemudian dipilih empat buah saja yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yahya Yohanna. Kitab-kitab Injil sebagaimana disebutkan di atas memuat tulisan dan catatan kehidupan atau sejarah hidup Nabi Isa AS Para pengarangnya dimaklumi dan nama-nama mereka pun tercantum di situ. Para kritikus dari golongan umat Kristen sudah mengakui bahwa apa yang kini menjadi akidah atau kepercayaan yang tertera dalam kitab Injil adalah semata-mata pendapat Paulus saja dan bukan pendapat kaum hawari pengikut setia Nabi Isa dan bukan pula pendapat orang-orang yang terdekat kepada beliau. Di kota Paris terdapat sebuah perpustakaan milik salah seorang pangeran di mana tersimpan sebuah naskah kitab Injil karangan Barnaba. Kitab ini telah dicetak kembali oleh percetakan Al-Manar setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Isi dari Injil Barnabas ini sangat berbeda dengan isi kitab Injil empat macam yang tersebut di atas. Perbedaannya bukan sedikit, tetapi amat besar sekali.
Allah SWT menurunkan kitab suci kepada para nabi dan rasul. Ilustrasi Alquran raksasa Alquran adalah kitab samawi terakhir yang diturunkan Allah kepada nabi terakhir yakni nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, Allah telah menurunkan kitab-kitab samawi kepada nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Di antara kitab samawi yakni kitab Zabur, kitab Taurat, dan Injil. Pertanyaannya mengapa Allah SWT menurunkan kitab-kitab samawi? Apakah hikmah dari keberadaan kitab-kitab tersebut? Berikut beberapa penjelasannya seperti dilansir Islamweb pada Jumat 12/3. Pertama, hujjah argumentasi atas penciptaan. Allah menurunkan kitab-kitab samawi agar tetapnya hujjah tentang penciptaan sehingga manusia tidak berkata “Tak ada kabar dan peringatan kepada kami.” Maka diturunkannya bukti-bukti tertulis yang dibawa para rasul menghentikan alasan tersebut. رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا “Mereka Kami utus selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” QS An-Nisa 165. Kedua, pendukung dan penjelas kebenaran para rasul. Allah menurunkan kitab-kitab samawi untuk menjelaskan kebenaran para rasul dan nabi dalam seruan mereka tentang misi yang diemban. وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ “Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh Taurat segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka Kami berfirman "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.” QS Al-Araf 145. Maka keberadaan kitab-kitab samawi merupakan dalil atas kebenaran para utusan Allah. فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ “Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan pula, mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. QS Ali Imran 184. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Jakarta - Ajaran yang sama dan tertuang dalam semua kitab Allah SWT adalah tentang tauhid atau perintah mengesakan Allah SWT. Meskipun Allah mewahyukan empat kitabNya melalui para rasul pada zaman yang berbeda-beda, ajaran tentang tauhid masih terus diajarkan sampai saat dari seluruh kitab suciNya hanya terletak pada hal syariat. Perihal ini disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada waktu itu sebagaimana yang dilansir dari situs Sumber Belajar Kemdikbud. "Kitab-kitab Allah SWT diturunkan pada masa yang zamannya berbeda-beda. Semua kitab tersebut berisi ajaran pokok yang sama, yaitu ajaran mengesakan Allah SWT tauhid," tulis Kemdikbud yang dikutip Senin, 20/9/2021.Kitab-kitab yang diturunkan ini pada umumnya berisi tentang peraturan, ketentuan, perintah, dan larangan yang harus dijadikan pedoman hidup bagi manusia. Sehingga mereka dapat mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun tentang tauhid yang termaktub dalam semua kitab Allah SWT dapat kita lihat dalam isi ajaran pokok tiap kitab suci berikut ini. detikEdu merangkumnya dari buku Dasar-dasar Memahami Iman, Islam, dan Ihsan yang ditulis oleh Ipnu R. Kitab Suci Allah SWT dan Isi Ajaran Pokoknya1. Kitab TauratKitab ini diturunkan Allah kepada Nabi Musa sebagai pedoman hidup bagi Bani Israil. Sebagaimana diketahui, saat itu Firaun menganggap dirinya sebagai 10 perintah yang kemudian dikenal dengan istilah Ten Commandments dalam kitab Taurat. Isi pokok ajarannya yakniHormati dan cintai satu Allah tauhidSebutlah nama Allah dengan hormatKuduskanlah hari TuhanHormati ibu dan bapakmuJangan membunuhJangan bercabulJangan mencuriJangan berdustaJangan ingin berbuat cabulJangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal2. Kitab ZaburKitab Zabur diturunkan melalui Nabi Daud. Kondisi saat itu, Nabi Daud dan pengikutnya harus melawan Raja Thalut yang sombong. Beberapa kandungan dalam kitab ini di antaranyaAjaran mengesakan Allah SWT tauhidKata-kata hikmahNasihat-nasihat kebaikan3. Kitab InjilKitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa. Pada umumnya, isi kitab ini berisikan ajakan kepada umat Nabi Isa untuk menjauhi sikap tamak. Kandungan yang terdapat dalam Kitab Injil yakniAjaran tauhidHukum-hukum syariatNasihat-nasihat kebaikanSejarah nabi-nabi terdahulu4. Al QuranKitab inilah yang wajib dijadikan pedoman oleh umat muslim saat ini, Al Quran. Al Quran diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai penutup bagi para nabi. Salah satu kandungan Al Quran yang menjelaskan tentang keesaan Allah SWT yakni surat Al Ikhlas ayat 1-4,قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌBacaan latin qul huwallāhu aḥadArtinya "Katakanlah Muhammad, "Dialah Allah, Yang Maha Esa."اللَّهُ الصَّمَدُBacaan latin allāhuṣ-ṣamadArtinya "Allah tempat meminta segala sesuatu."لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْBacaan latin lam yalid wa lam yụladArtinya "Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌBacaan latin wa lam yakul lahụ kufuwan aḥadArtinya "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."Oleh sebab itu, umat muslim diwajibkan untuk meyakini bahwa Allah SWT mempunyai kitab yang telah diturunkan kepada para rasulNya. Allah telah berfirman melalui surat An Nisa ayat 136 yang berbunyi,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًاArtinya "Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada kitab Al Quran yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."Jadi, pertanyaan tentang ajaran yang sama dan tertuang dalam semua kitab Allah sudah terjawab bukan? Selamat membaca juga 'Pesan Menag di Tahun Baru Islam, Perkuat Spirit Hijrah Atasi Pandemi'[GambasVideo 20detik] rah/erd
mengapa kitab injil dan taurat mengalami perubahan